Penyerang Paris Saint Germain Neymar masuk dalam daftar penerima bantuan sosial untuk warga terdampak virus corona Covid-19 di Brasil. Padahal Neymar merupakan salah satu pesepakbola terkaya di dunia.

Seperti diketahui, Brasil termasuk salah satu negara terparah yang dihantam virus corona Covid-19. Brasil menempati posisi dua korban positif terbanyak di dunia hingga awal Juni ini.

Pemerintah Brasil pun memberikan bantuan sosial senilai 600 real (Rp 1,7 juta) kepada masyarakat yang terkena dampak virus corona Covid-19. Bantuan terutama diberikan kepada mereka yang bekerja di sektor informal.

Namun yang mengejutkan, nama Neymar masuk dalam daftar penerima bantuan. Meski sepak bola ikut terkena dampak harus terhenti sejak Maret, Neymar sudah tajir melintir.

Neymar merupakan pesepakbola dengan bayaran tertinggi ketiga di dunia setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Penghasilan Neymar sendiri dari PSG mencapai Rp 1,3 triliun. Neymar juga banyak mendapatkan uang dari sponsor pribadi.

Rupanya masuknya nama Neymar dalam daftar penerima bansos dari pemerintah Brasil merupakan tindakan kejahatan dari seseorang yang telah mencuri identitas eks pemain Barcelona itu.

Menurut laporan UOL Esporte, juru bicara Neymar menegaskan tak pernah mendaftar sebagai penerima bantuan. Pihak Neymar baru tahu ketika dihubungi media.

"Jelas, Neymar tidak pernah mendaftar untuk menggunakan program ini dan kami tidak tahu siapa yang melakukannya. Perwakilan pemain bahkan tidak mengetahui bantuan ini sebelum dihubungi oleh pers," ujar perwakilan Neymar.

Melihat penghasilan Neymar dari PSG, bantuan dari pemerintah Brasil jelas tidak ada artinya sama sekali. Neymar bisa mendapatkan lebih dari satu miliar rupiah hanya dengan melakukan satu postingan di Instagram.